Doa Seorang Sarjana
Allah Bapa Yang Maha Baik
Terima kasih atas berkat-Mu sehingga saya sekarang resmi menjadi sarjana. Namun kenapa saya merasa sedih ya?
Kedua orang tua saya hadir kok.
Ya walaupun dengan persiapan dan penyambutan untuk saya yang rasa-rasanya kok sekedarnya. Tak ada pesta makan bersama keluarga. Tak ada pesangon yang cukup untuk mengadakan makan-makan bersama teman-teman. Setidaknya saya bisa foto wisuda..walaupun ibuku belakangan terlihat berat untuk mengeluarkan biaya foto(bisa-bisanya uang foto mempengaruhi uang jajan ku perhari yg sma sekali ga teratur itu)..sesedikit itukah ketulusan mereka untuk menyenangkan diri mereka sendiri dan anaknya yang mungkin hanya sekali seumur hidup mengalami peristiwa ini? Sebegitu terbebanikah mereka sehingga mereka getol mendorongku untuk segera cepat-cepat bekerja? Seakan-akan mereka baru akan “memandangku” saat aku sudah berduit dan bisa menjadi sumber baru bagi mereka..apakah nggak ada artinya “aku sudah sarjana” bagi mereka?
Tapi..kedua orang tua saya hadir kok.
Bapa..ampuni aku orang berdosa ini..hanya saja saat ini aku merasa bahwa tidak ada artinya aku memperjuangkan dan membanggakan semua ini di depan mereka..yang ada hanya tuntutan dan tuntutan..
Aku rindu akan penghargaan pada diriku apa adanya..memahami apa yang kusuka dan tidak..dan yang paling penting: mendukungku di kala aku merasa jatuh dan kecewa…
Ga boleh sedih atuh sayang…
Tetep senyum N tetep semangat yaa…
Semua org sayang sm kamu dg cara mereka sendiri…(Njiplak kata2mu)…
Love u sm
Siska
April 27, 2011 at 9:36 am