Think Globally Act Locally
Beberapa waktu yang lalu saya membaca artikel yang dalam salah satu kalimatnya berbunyi “think globally, act locally” yang artinya berpikir secara global, bertindak secara lokal. Menurut saya, itu adalah kalimat yang wajib dikoleksi dalam kamus prinsip pribadi masing-masing orang, khususnya bagi individu yang ingin berkembang dan mengoptimalkan potensi dirinya untuk berkontribusi bagi dunia. Kenapa? Karena prinsip ini sangat relevan dengan kondisi zaman modern yang sekarang sedang kita rasakan. Jarak sudah bukan masalah lagi ketika alat komunikasi dan teknologi semakin maju dan berkembang pesat. Antara negara yang satu dengan negara yang lain saling mempengaruhi dan saling berinteraksi melalui kanal politik, budaya, dan terutama ekonomi perdagangan. Kondisi ini memaksa kita untuk peka terhadap situasi yang terus berubah-ubah dan membuat kita harus mengikuti gerak langkah tren dan budaya dunia untuk bisa bertahan hidup.
Namun apabila berlebihan akan muncul dampak negatif yang menurut saya sangat krusial, yaitu kita bisa lupa dan kehilangan budaya dan identitas kita. Oleh sebab itu diperlukan tindakan yang berorientasi pada kemajuan bangsa dan masyarakat sendiri sehingga kita mampu bersaing di level dunia dalam bidang apapun. Sangat mungkin kita bisa menjadi bangsa yang memiliki budaya kuat dan mampu mempengaruhi bangsa dan negara lain, seperti negara-negara barat yang saat ini memberikan pengaruh yang sangat besar pada kebudayaan dan gaya hidup masyarakat timur khususnya Indonesia.
Secara sederhana, inilah beberapa mindset dasar yang mungkin bisa membantu kita dalam mengamalkan prinsip “think globally, act locally”:
1. Terbukalah dengan segala hal, bahkan hal-hal yang bertentangan dengan prinsip, kebiasaan, atau budaya kita. Terbuka BUKAN berarti menerima dan menjalankan. Alangkah baiknya apabila dipelajari, dipahami, dan berikan apresiasi positif. Apabila ternyata diri kita nyaman akan hal itu, silakan memilih apakah mau mengadopsi atau mengabaikannya
2. Jangan mudah ikut arus. Jadilah diri sendiri yang unik dan jangan takut menjadi berbeda sejauh itu tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Angin akan berhembus kencang ketika kita menjadi berbeda di antara umum, namun percayalah ketika apa yang kita yakini itu benar dan terbaik untuk diri kita sendiri maka bertahanlah dan kita akan lihat matahari bersinar terang di pagi yang cerah
3. Pelajari banyak hal (yang disukai maupun yang tidak disukai) supaya wawasan luas. Kita perlu mandiri dalam membuat keputusan bagi diri kita sendiri dalam hal apapun juga, oleh sebab itu diperlukan pikiran yang luas dan terbiasa untuk berpikir secara kritis dan mendalam
4. Bermimpi dan bercita-cita lah setinggi mungkin. Hidup kita singkat, jangan disia-siakan dengan hanya bermimpi yang kecil-kecil. Ketika kita bermimpi yang besar maka usaha kita juga akan besar dan tentunya akan semakin besar pula impian kita akan terwujud (kita tidak tahu sebesar apa potensi diri kita sampai kita mencoba untuk terus mengasah diri). Setiap orang berhak untuk menjadi apa yang dia impikan dan cita-citakan.
5. Bawalah ciri khas dan identitas daerah tempat asal kita dengan bangga dan elegan. Pahami budaya kita sendiri dan pertahankan nilai-nilai positif yang ada. Jadikanlah nilai-nilai positif itu sebagai bagian dari kepribadian dan karakter kita.
6. Prioritaskan pada masyarakat dan bangsa kita ketika berkarya dan berkontribusi.
dan masih banyak lagi prinsip-prinsip pendukung yang dapat membantu kita dalam ber-metamorfosis untuk menjadi manusia Indonesia yang mampu berpikir luas layaknya bola dunia dan bertindak lokal seperti Jenderal Sudirman yang berjuang gigih demi kemerdekaan rakyat dan bangsa Indonesia.
Mari kita merdekakan diri kita masing-masing untuk meraih impian dan cita-cita kita, lalu kontribusikan diri kita untuk membantu sesama meraih kemerdekaannya dan akhirnya bahu membahu membangun bangsa dan rakyat untuk merdeka dalam filosofi yang sebenarnya.
iklan——-
A: perasaan hari kemerdekaan masih jauh deh..lebay gitu..
B: ga tau ney..tiba-tiba berasa nasionalis banget gitu deh..
A: tapi boleh juga tu artikelnya..
B: terima kasih
semoga menjadi berkah…
A: aminnnnn….