Pemalas-Malas
Merupakan hal yg wajar bagi kita manusia apabila mempunyai rasa malas/enggan melakukan sesuatu. Tapi menjadi tidak wajar apabila kita tenggelam dan tidak bisa mengatasi kemalasan kita sendiri. Seringkali kemalasan disebabkan oleh kurang/tidak adanya motivasi dan ingin cepat selesai alias praktis.
Kurang/tidak adanya motivasi sangat terkait dengan tujuan seseorang melakukan sesuatu. Semakin penting dan atau bermakna tujuan itu maka semakin kuatlah kecenderungan dia untuk melakukan hal-hal yg mendukung pencapaian tujuan dan atau makna. Sebaliknya bila kurang atau bahkan tidak ada motivasi dalam diri seseorang akan hal tertentu maka bisa dipastikan dia tidak melakukan apa-apa. Jadi bisa dikatakan bahwa selalu ada motivasi dalam diri seseorang yg melakukan suatu hal.
Di jaman revolusi digital yg sedang berjalan saat ini, segala sesuatu dituntut cepat dan praktis. Prinsipnya adalah proses secepat mungkin untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Jika seseorang tidak mengikuti tuntutan jaman, sudah pasti dia akan dimakan jaman dan dianggap lambat dan kuno. Namun, mari kita lihat sedikit lebih jauh. Kepraktisan cenderung membuat individu menjadi kurang menghargai proses. Yang lebih dipentingkan adalah hasil. Memang untuk banyak hal, hasil adalah yang terpenting. Tapi jangan sampai menjadi timpang dengan mengabaikan pentingnya proses untuk pengembangan diri kita. Keseimbangan sangat diperlukan untuk menjaga kita agar selalu sadar dan waspada sehingga kita tidak menjadi pemalas, setidaknya jangan sampai kita malas untuk berpikir.
So mari kita belajar untuk mewaspadai kemalasan kita. Malas itu akan terus ada seumur hidup kita. Setiap saat kita bisa malas2an, tergantung pilihan kita.
-There’re always more chances for people isn’t lazy-